Penguatan Eksistensi Pasar Tradisional, Pemkot Kembali Gelar Festival Pasar

Admin | 20-01-2017

Penguatan eksistensi Pasar Tradisional dalam era modrn saat ini terus dilakukan Pemkot Denpasar. Tak hanya sebatas pada program berkesinambungan revitalisasi pasar tradisional namun juga dilakukan penguatan dalam aspek kebersihan, keamanan dan kenyamanan pasar tradisional lewat gelaran Festival Pasar Tradisional dibawah leding sektor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  Kota Denpasar. Puluhan pasar tradisional yang dikelola bendesa adat dan Perusahaan Derah Pasar (PD) Kota Denpasar dinilai beradu kebersihan dan kesegaran pasar tradisional.  Penilaian Festival Pasar Tradisional akan dilaksanakan dari tanggal 30 Januari - 3 Februari 2017 mendatang dengan melibatkan Tim Perangkat Daerah Kota Denpasar. Terdapat 30 Pasar Tradisional yang akan dilakukan penilaian meliputi Pasar Desa Tegal harum, Pasar Tradisional Modrn Desa Adat Kesiman, Pasar Desa Pekraman Penatih, dan terdapat lima pasar dibawah PD Pasar Kota Denpasar diantaranya Pasar Ketapian, Pasar Sangglah, Pasar Lokitasari, Pasar Kumbesari dan Pasar Gunung Agung Utara.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, Made Mertajaya saat ditemui Jumat (20/1) mengatakan penilaian Festival Pasar Tradisional tetap mengacu pada kriteria penilaian tahun-tahun sebelumnya yang menekankan pada aspek kebersihan, zonasi pedagang, keamanan dan kenyaman, keramahan, serta kesegaran pasar tradisional. Sebelum Festival Pasar dilaksanakan pihaknya juga telah melakukan sosialisi kepada pengelola pasar tradisional dan PD Pasar Kota Denpasar terkait dengan kriteria penialaian, sehingga aspek-aspek yang tercantum dalam penilaian dapat terpenuhi secara maksimal. Pasar tidak saja sebagai tempat pertemuan penjual dan pembeli, namun memiliki aspek budaya metawahan yang masih tetap terjaga saat ini. Disamping itu Mertajaya didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ni Made Puspita Sari juga menjelaskan program revitalisasi pasar tradisional yang terus digulirkan Pemkot Denpasar dibantu dengan dana pusat melalui APBN dapat dikuatkan lewat gelaran Festival Pasar Tradisional. Dari data yang ada di Kota Denpasar terdapat puluhan pasar tradisional yang telah direvitalisasi dan telah masuk dalam agenda penilaian Festival Pasar Tradisional di Kota Denpasar. Pelaksanaan Festival Pasar Tradisional  tak terlepas dari tujuan Pemkot Denpasar yang secara bersama-sama  pengelola pasar mencari solusi baik dalam penataan fisik, pengelolaan dan zonasi pedagang yang ada.

Revitalisasi Pasar dan Festival Pasar Tardisional sebagai dampak positif bagi pengelola pasar untuk membawa pasar tradisional hidup kembali. Sehingga evaluasi dapat terus dilakukan Pemerintah Kota Denpasar dari program-program yang telah dilakukan dalam membangkitkan eksistensi pasar tradisional. Dari evaluasi ini nantinya akan membawa Festival Pasar Tradisional dapat sebagai dasar untuk melakukan gerakan dan target-target festival berikutnya. (Pur)

Profile

Dewa Made Indra

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali

Website ini merupakan sarana untuk memberikan informasi kebencanaan yang ada di seluruh Provinsi Bali, informasi peringatan dini, pengetahuan dan upaya penanggulangan bencana serta sharing kinerja dan kegiatan Pusdalops PB BPBD Provinsi Bali kepada masyarakat luas.

Artikel

  • Renstra Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali Tahun 2014-2018

    Rencana Strategis (Renstra) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali Tahun 2014-2018 disusun dengan sistimatika sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN [Download] 1.1 Lat

  • Peta Evakuasi Tsunami

    Guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat berisiko terhadap bahaya Tsunami, dibuatlah Peta Evakuasi Tsunami yang disusun bersama-sama oleh wakil pemerintah daerah (Provinsi dan Kab/kota), sektor swas

  • Bali Mandara

    Memahami makna ideal konsep Bali Mandara, harus secara utuh menyeluruh, dengan hati yang terbuka serta sama dalam cara berpikir. Karena Bali Mandara bukanlah hanya sebatas konsep, bukan pula sebatas i